MALAM MINGGU DI JEMBER

Posted in diary, documentary, jalan jalan, Travel dengan kaitan (tags) , , , , , , on September 18, 2011 by aribulu

Hari itu, 17 September 2011

Masih dalam rangka melaksanakan tugas membuat profil usahawan muda. Kali ini, saya terdampar di kota Jember.

Jember adalah kota kabupaten. Dengan mengendarai mobil selama 3 jam dari kota Malang, maka kita akan tiba di kota Jember ini.

Malam ini, saya dan kru berjalan jalan ke alun alun kota Jember. Alun alun adalah sebuah lapangan besar yang luasnya bisa seluas lapangan bola.

Seperti kebanyakan di kota kota lainnya di seluruh Indonesia, alun alun biasanya menjadi sebuah spot yang disepakati bersama sebagai pusat kota.

Cuaca malam kota Jember cukup sejuk. Angin berhembus kencang. Dan mau tak mau, aku terpaksa memakai jaket untuk mengusir dingin.

Sejenak aku terpana melihat keramaian disana. Alun alun dipenuhi manusia. Tua muda, besar kecil, pria wanita, semua tumpah plek memenuhi sudut alun alun.

Malam minggu menjadi malam paling ramai di alun alun kota Jember. Alun alun dipenuhi para pedagang. Pedagang makanan, minuman, aksesoris wanita, buku, aksesoris handphone, obat obatan herbal, bahkan ada yang berjualan keong yang cangkangnya di cat warna warni.

Suara musik dari pedagang CD bajakan yang memutar CD nya lewat pengeras suara murahan juga membahana, memenuhi udara di alun alun, lumayan memekakkan telinga.

Anak anak kecil tampak merengek rengek pada orang tuanya minta dibelikan mainan atau balon atau layang layang.

Pasangan muda mudi tampak berkeliaran bergandengan tangan menunjukkan wajah cerianya.

Di sudut lain aku dapati sebuah promosi dagang dari produk motor. Mereka menyewa seorang pemain keyboard serba bisa plus dengan penyanyinya. Lagu yang mereka bawakan adalah lagu lagu dangdut dan pop. Yang membuat saya terhenyak kagum adalah, mereka juga menyewa seorang -artinya benar benar 1 orang- penari wanita. Dia menari mengikuti irama lagu, kira kira 10 meter di depan area stand promo. Karena gaya tarian -lebih tepat joget sih!- nya yang cukup heboh, akhirnya dia menjadi tontonan para pengunjung alun alun. Dan inilah strategi mereka, ketika penonton nampak asik mengerubungi si penari, si Sales Promotion Team sibuk membagikan brosur produknya.

Alun alun di kota Jember sangat berbeda dengan alun alun di kota Batu.

Pemerintah kotanya tidak menyulap lapangan itu menjadi sebuah area bermain keluarga. Lapangan hanya diperuntukkan untuk area olah raga. Disana saya lihat ada lapangan basket, sepakbola dan volley. Malam itu, beberapa remaja terlihat  asik memanfaatkan lapangan lapangan yang ada untuk berolahraga.

Walau tidak ada sarana area bermain keluarga, itu semua tidak menyurutkan minat warga Jember untuk datang ke alun alun meluangkan waktunya bersama kawan atau keluarga mereka.

Pedagang adalah satu satunya wahana yang secara tak langsung meramaikan area alun alun kota. Lampu lampu yang bersinar menyinari lapak mereka seperti menjadi magnet tersendiri bagi para pengunjung untuk mendekat melihat, syukur syukur membeli.

Pukul 7 malam saya dan kru mendamparkan diri di alun alun kota. Kami berjalan mengelilingi separuh alun alun. Setelah merasa lelah, kami mendatangi area resto alias foodcourt yang memang disediakan oleh pemerintah kota. Disana kita bisa menikmati berbagai makanan dan minuman.

Setelah puas menjadi saksi hidup di alun alun kota Jember, pukul 9 malam kami bergerak keluar dari alun alun. Menuju ke tempat penginapan. Istirahat, menghimpun tenaga untuk kembali kerja esok hari.

 

Salam…..

 

 

#sayangnya, saat itu saya tidak membawa kamera

 

MALAM MINGGU DI BATU

Posted in documentary, filmaker, jalan jalan, Travel, tv programme dengan kaitan (tags) , , , on September 11, 2011 by aribulu

Malam itu, 10 September 2011.
Aku mendamparkan diriku di kota Batu.
Kota Batu ada di Jawa Timur.
Letaknya kurang lebih 15km ke arah barat dari kota Malang.

Batu malam itu sejuk.
Dingin menyelinap ke seluruh tubuhku yang berbalut jaket.

Kota Batu terletak di ketinggian 1200m diatas permukaan laut, karna itulah, kota Batu terasa sejuk.

Aku belum pernah tinggal di Batu untuk waktu yang lama. Kunjungan pertama kali ku ke Batu hanya beberapa jam saja.
Tapi kali ini, hari ini adalah hari ke 6 ku di kota sejuk ini.

Kata orang, Batu telah mengalami banyak perubahan. Terutama di alun alun kota.
Apanya yang berubah? Aku tak tau.. :)
Yang jelas, yang aku rasakan malam itu adalah, meriah!

Malam minggu di kota Batu terlihat sangat meriah. Terutama di alun alun kota. Nampaknya alun alun/lapangan kota menjadi pusat keramaian kota Batu.

Pemerintah kota Batu telah menyulap alun alun kota menjadi sebuah taman yang cukup menarik.

Lapangan di tengah kota itu disulap menjadi sebuah taman bermain anak anak.

Disana kita bisa mendapati fasilitas permainan anak seperti area taman lalu lintas yang lengkap dengan mobil mobilan dan rambu rambu lalu lintasnya.

Kemudian ada sebuah taman air muncrat, dimana anak anak bisa main air. Ada lagi taman perosotan.

 

Dan tak kalah menariknya, disana disediakan pula sebuah area Marry Go Round atau Bianglala yang hanya dengan Rp.3000 pengunjung taman bisa menikmatinya.

Alun alun ini selalu dipenuhi warga Batu baik siang maupun malam, untuk meluangkan waktu bersama. Baik itu keluarga maupun anak anak muda.

Tak perlu merogoh kantong dalam dalam untuk menghibur diri di alun alun kota ini. Karena memang tak dipungut bayaran untuk masuk ke alun alun ini.

Malam minggu itu, alun alun ini sangat penuh oleh pengunjung.
Muda mudi saling bercengkrama tertawa lepas.
Orang tua nampak sibuk menemani anaknya bermain prosotan.
Tukang balon sibuk berteriak menjajakan dagangannya.
Anak anak kecil berteriak senang ketika bermain di area air muncrat
Lampu kelap kelip menambah kemeriahan suasana di alun alun ini.

Meski angin bertiup lumayan kencang dan gerimis sedikit mengguyur kota, itu semua tidak menyurutkan semangat warga untuk bergembira.
Ini mungkin karena mereka sudah sangat paham dengan karakter cuaca di kota mereka. Bahwa gerimis memang selalu turun, dikarenakan kota Batu terletak di ketinggian.

Sambil menikmati makan malam di restoran di seberang alun alun, Aku hanya bisa terpana menyaksikan semua kegiatan itu.

Salut! Itulah yang ada dibenakku saat melihat itu semua.

Salut pada pemerintah kota Batu yang dengan cerdas merubah alun alun yang biasanya hanya sebuah lapangan menjadi sebuah taman hiburan terbuka bagi warganya. Sebuah taman hiburan rakyat yang murah bahkan nyaris tanpa dipungut bayaran!.

Nampaknya alun alun kota ini telah disepakati warga sebagai sebuah tempat milik bersama yang harus mereka jaga.
Alun alun terlihat bersih dan rapi. Nyaris tak ada sampah berserakan.

Pemerintah juga menerapkan larangan merokok di dalam alun alun dan ini sangat dipatuhi oleh pengunjung. Ketika ada pengunjung yang nakal & merokok, maka satuan polisi pamong praja pasti akan menegurnya.

Aku jadi berpikir, alangkah bagusnya jika ide taman rakyat ini bisa diterapkan di seluruh kota di Indonesia.
Mengingat bahwa rakyat Indonesia sebagian besarnya masih belum mampu untuk menikmati area wisata yang berbiaya besar macam Ancol, Taman Safari dan lain lain.

Makan malamku telah selesai. Dingin makin menusuk tubuh.
Dan kulihat, taman masih saja ramai.
Ingin rasanya aku berada disana semalaman menikmati suasana sampai taman sepi, tapi sayangnya aku dan kawan kawan harus segera beristirahat. Besok kami harus kembali kerja.

Kota Batu… I salute you!

UMKM Journey

Posted in Blogroll, documentary, filmaker, jalan jalan, tv programme dengan kaitan (tags) , , , , , , on September 6, 2011 by aribulu

Saat saya menulis ini, saya sudah mengerjakan 4 episode profil wirausahawan muda.

Mereka adalah; pengusaha sepatu lukis, pengusaha budidaya jamur merang, pengusaha tembikar & pengusaha sewa motor trail wisata.

Secara keseluruhan nanti akan ada 21 episode tentang profil wirausahawan muda yang terbilang sukses. Dan kemudian akan ditayangkan di stasiun tv swasta nasional.

Salut!
Itulah kata yang terlintas di benak saya, terucap dalam hati saya, dan terucap oleh lidah saya.

Salut pada kegigihan mereka, yang tanpa kenal menyerah, tanpa kenal takut, terus semangat dan maju demi menaikkan taraf hidup keluarga mereka.

Saya menganggap, merekalah para bisnisman sejati. Seorang entrepreneur sejati. Yang berani bergerak tanpa bantuan bank alias modal dengkul.

Jadi, dari 4 episode yang sudah selesai saya kerjakan, kesimpulan saya adalah: Modal saja tidak akan cukup berhasil jika tidak dibarengi dengan semangat, kerja keras, tidak berPutus asa + sedikit keahlian pada bidang yang akan dijalani.

Demikian..
Tetap semangat bro!!!

ATAS NAMA RAKYAT

Posted in Blogroll, filmaker, jalan jalan, Travel dengan kaitan (tags) , , , , on Maret 20, 2009 by aribulu

hari ini ketika saya melewati perempatan Pancoran, tebet, mata saya tertuju pada satu baliho besar dari sebuah partai peserta pemilu 2009.

Di gambar itu nampak sang ketua partai yang seorang mantan jenderal sedang mengacungkan jarinya seperti menunjuk gitu. Diatasnya ada tulisan besar berbunyi: “awas…!! jangan bohongi rakyat lagi!”

Sehabis membaca kalimat itu, seketika itu juga saya merasa mual…

Dalam hati saya berkata, bukannya pemilu adalah ajang obral janji janji surga para partai politik dan bukankah rakyat memang selalu jadi korban kebohongan para partai politik itu..

Kalimat dalam baliho itu seakan memberi gambaran bahwa partai sang mantan jenderal itu tidak akan membohongi rakyat. huh…! Seberapa hebatkah itu partai untuk tidak berbohong pada rakyat? saya rasa bullshit lah!!

Tapi mau tak mau kita sebagai warga negara memang harus memilih. Mudah-mudahan negara yang Baldatun Toyyibatun warofun Ghofur bisa terlaksana dari apa yang kita pilih pada pemilu nanti… Amiin…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.